HANYA DENGAN WAKTU SEDIKIT BISA MEMUTUSKAN PERSAHABATAN!
Assalamualikum Wr. Wb.
Ketika sebuah pertemanan yang sudah terjalin hampir 9 tahun dan ketika dekat juga hampir 6 tahun, ketika itu juga teman yang sduah kita anggap sebagai sahabat yang paling dekat namun pada jenyataannya ketika sudah beranjak menjadi dewasa mereka pun berpisah dan tidak ada yang sama sekolahnya. Namun ketika itu juga sebuah persahabatan sebuah cobaan menguji keeratan hubungan mereka, tetapi apa yang terjadi salah satu dari mereka entah itu benar atau tidak ataukah hanya aku yang berpikiran seperti itu, ketika hubungan tak lagi erat salah dari seorang sahabat hanya memikirkan egonya sendiri. Aku pun tak tahu, aku terus bertanya-tanya apa aku dan sahabat baikku yang meninggalkan dia ataukah dia yang menjauh dari kita? Itu pertanyaan yang selalu muncul, tetapi padngka kenyataannya dia kurang berinteraksi dengan kita hingga akhirnya dia memilih ingin menjalankan itu sendiri. Canggung rasanya ketika bertemu. Namun aku paling tidak suka dengan sikapnya yaitu, kenapa dia yang sudah aku kenal hampir lebih dari 9 tahun menyindir sahabatnya sendiri, ketika melewati suka duka bersama saat masa SD juga SMP, entah aku berpikir seperti itu. Aku bukannya melupakan dia atau karena aku sudah mendapat teman-teman baru, tetapi aku tidak pernah berpikir seperti itu. Sahabat tetaplah sahabat mereka yang tidak pernah membongkar rahasia sahabatnya sendiri maupun membongkar aib sahabatnya, mereka yang selalu tertawa menjalin kebersamaan bersama mengerti satu sama lain. Entah ketika sudah dewasa hubungan persahabatan menjadi renggang, aku pun terus berpikir begitu, maunya bagaimana? Memang kita selalu berbeda pendapat namun kamu hanya ingin mempertahakan mendapatmu sendiri sehingga kamu canggung ketika berhadapan dengan sahabatmu sendiri. Kamu ataukah aku dan sahabat-sahabat kita yang menjauh? Aku hanya ingin persahabatan ini tak lagi renggang, aku bukannya menyalahkanmu namun aku sudah intropeksi diri, ngaca? Adakah yang salah denganku. Kamu boleh menyindirku di sosmed, berarti aku pun tahu sifatmu yang sebenarnya selama tumbuh menjadi dewasa seperti sekarang. Aku tak ingin memulai pertengkaran denganmu aku hanya tidak suka orang yang selalu menyindir seseorang yang tidak tahu apa kesalahannya di sosmed. Iya mungkin kamu langsung bicara di depanku saja aku tak apa kok, aku hanya diam disini mengamatimu apa yang akan kamu lakukakan selanjutnya ketika kamu belum merasa puas dengan apa yang kamu inginkan. Semakin kamu mengikuti ambisimu yang tinggi pada saat itu juga orang yang ada di sekitarmu semakin benci dengan apa yang kamu perbuat selama itu juga, aku hanya mengingatkanmu. Ini blog curahan hatiku, ini hakku memosting ini, silahkan jika kamu mengestlak ataupun juga membaca. Aku bukannya merasa sedih atau apa aku kecewa rasa benci yang tidak ingin aku tumbuhkan ternyata semakin lama kyaknya akan semakin tumbuh, maaf. Jika suatu saat aku semakin membencimu dengan tingkah lakumu yang semakin menjadi-jadi. Jika kamu ingin terus seperti itu silahkan, maaf aku tak bisa menahan egomu, itupun kamu harus menahan dirimu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar